| Panas Bumi di Indonesia |
![]() ![]() Sebagai negara kepulauan, Indonesia terletak pada lempeng sepanjang 700 km. Lempeng ini membentuk serangkaian gunung api aktif di sepanjang wilayah tersebut dan menghasilkan pergerakan tektonik, yang telah menyebabkan peningkatan dari sejumlah besar sistem panas bumi bertemperatur tinggi di sepanjang area tersebut. Kelebihan ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan cadangan energi panas bumi yang terbesar, bahkan Indonesia diperkirakan memiliki hampir 40% sumber energi panas bumi abadi di dunia. Setidaknya 70 lahan panas bumi berskala besar serta ratusan lahan panas bumi berskala lebih kecil lainnya telah terdeteksi di Indonesia, seluruhnya berpotensi untuk menghasilkan listrik sebesar 27.000 MWe. Suplai energi panas bumi yang besar di Indonesia menjadikan energi panas bumi sebagai sumber energi yang strategis untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat di negara ini. Antara awal tahun 1980’an sampai akhir 1990’an pertumbuhan eksploitasi energi panas bumi di Indonesia semakin cepat dan menjanjikan; tetapi keterpurukan karena krisis keuangan di Indonesia pada tahun 1997 telah menghentikan semuanya. Kini, terlepas dari kecenderungan adanya penurunan akibat krisis, kebijakan dan peraturan pemerintah yang positif mulai dapat menghidupkan industri panas bumi kembali. Pengembangan eksploitasi panas bumi di masa depan akan sangat bergantung pada tindakan konstruktif yang dilakukan oleh pemerintah dan para pengembang energi independen (Independent Power Producers / “IPP”). Dengan komitmen kuat dari keduanya, potensi energi panas bumi yang sangat besar di Indonesia dapat dimanfaatkan dan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan generasi penerus Indonesia. Bagi Indonesia, Energi Panas Bumi adalah sumber daya yang sempurna untuk mengatasi krisis energi di negeri ini karena sifatnya yang terbarukan, bukan komoditi ekspor, ramah lingkungan dan berkesinambungan. |